Kamis, 21 April 2011

Masyarakat Tebang Ranting Pohon

SERANGAN ULAT BULU

Kamis, 21/04/2011 13:13 WIB
padangmedia.com - PADANG PANJANG - Sehari setelah merebaknya ulat bulu di RT V Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Paang Panjang Barat, masyarakat di kelurahan lain melakukan penebangan ranting pohon buah-buahan yang mereka miliki seperti di RT VII Kelurahan Kampung Manggis Kecamatan Padang Panjang Barat.

Salah seorang warga Iwan pada padangmedia.com mengatakan, mereka sengaja menebang pohon alpokat dan pepaya yang mereka miliki menghindari penyebaran ulat bulu yang akhir-akhir ini mulai meresahkan masyarakat.

“Jadi untuk mengantisipasi penyebaran ulat bulu tersebut kami harus membersihkan pohon buah-buahan yang ada,” ungkap Iwan.

Selain pohon buah-buahan warga di RT VII Kelurahan Kampung Manggis juga menebang tanaman yang diindikaasikan bisa menjadi tempat berkembang biaknya ulat bulu seperti pohon aru dan bunga-bungaan.

Merebaknya ulat bulu yang mulai memasuki Kota Serambi Mekah ini di awali dengan kemunculan segerombolan ulat bulu di sebuah bekas rumah di RT V Kelurahan Pasar Baru yang juga sudah menempel di rumah padat penduduk dan Mushalla Mardiah tersebut.

Seperti yang diungkapkan Wakil Walikota Padangpanjang Ir. Edwin SP kepada padangmedia.com usai mengikuti sidang paripurna di DPRD pagi tadi mengimbau masyarakat untuk melakukan gotong royong membersihkan tanaman yang dicurigai bisa menjadi tempat berkembangbiaknya ulat bulu, guna antisipasi dan pencegahan.

Edwin juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan pada Dinas Pertanian Kota Padang Panjang jika di lingkungannya ditemukan ulat bulu dalam jumlah yang banyak, agar Dinas Pertanian melakukan penyemprotan insektisida.(isril)
Read More..

Rabu, 20 April 2011

Serangan Ulat Bulu Sampai ke Padang panjang

DIPERKIRAKAN MELALUI BUAH-BUAHAN

Rabu, 20/04/2011 12:18 WIB
padangmedia.com - PADANGPANJANG - Masyarakat RT V Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Padangpanajng Barat dibuat resah dengan gerombolan ulat bulu yang menyerang salah satu bekas rumah di daerah tersebut. Untuk pencegahan agar tidak meluas masyarakat bersama lurah setempat melakukan aksi gotong royong pemusnahan ulat bulu tersebut dengan cara dibakar pagi tadi.

Wakil Walikota Padangpanjang Ir. Edwin.SP usai mengikuti sidang paripurna di DPRD langsung melakukan peninjauan ke lokasi serangan ulat bulu di RT V Kelurahan Pasar Baru itu.

Pada padangmedia.com Edwin mengatakan merebaknya serangan ulat bulu akhir-akhir ini di berbagai daerah di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh cuaca yang tidak menentu. "Selain itu hewan-hewan pemangsa ulat seperti burung populasinya juga sudah berkurang," jelasnya.

Namun Edwin yakin ulat bulu tersebut berasal dari luar kota Padangpanjang melalui buah-buahan yang banyak di jual di pasar yang berlokasi hanya beberapa meter dari lokasi mereka sekarang. Dengan dilakukannya pemusnahan oleh masyarakat, Edwin berharap agar masyarakat bisa melaporkan kejadian serupa bila ditemukan di lokasi lain, agar pemusnahan dapat segera dilakukan dibantu dinas Pertanian.

Masyarakat setempat mengakui serangan ulat bulu tersebut sudah berlangsung seminggu yang lalu, namun jumlahnya masih sedikit dan tidak mengira akan sebanyak yang dimusnahkan pagi tadi. Masyarakat melalui lurah juga melaporkan kepada Dinas Pertanian untuk mengatasinya.

Ada dua jenis ulat bulu yang menyerang bekas rumah di RT V tersebut berwarna hitam dan coklat dengan panjang sekitar 3 sampai 5 cm. Selain terfokus pada semak yang tumbuh disebuah bekas rumah, juga menyerang perumahan penduduk lainnya, termasuk musholla yang bersebelahan dengan bangunan itu. Untuk mencegah populasinya Dinas Pertanian langsung melakukan penyemrotan insektisida.(isril)
Read More..

Selasa, 18 Januari 2011

Rumah di Padang panjang Nyaris Terbakar

Senin, 17/01/2011 10:46 WIB
padangmedia.com - PADANGPANJANG – Rumah H. Rasidin di RT VIII No 64 Kelurahan Kampung Manggis nyaris dilalap si jago merah Senin (17/1) sekitar 08:25 WIB. Beruntung masyarakat kelurahan Kampung Manggis yang mengetahui adanya ledakan dan kobaranapi di meteran listrik rumah tersebut langsung melaporkannya kepada UPTD Pemadam Kebakaran Kota Padangpanjang yang segera datang.

Api berasal dari meteran listrik PLN tersebut dalam hitungan menit dapat dijinakkan petugas pemadam kebakaran yang dipimpin langsung kepala UPTD Pemadam Kebakaran Joni Aldo.

Rumah pemilik toko rempah di Pasar Padangpanjang tersebut saat itu dihuni dua karyawannya Ujang dan Ucok. Ujang mengatakan, saat itu ia berada di belakang rumah. Tiba-tiba mendengar ledakan dari bagian depan rumah yang ternyata bersumber dari meteran listrik PLN dan menimbulkan api.

Melihat adanya api dimeteran tersebut Ujang panik dan berusaha menyiramnya dengan air, namun api yang belum begitu besar tersebut bukannya padam tapi semakin membesar. Melihat dan mendengar adanya api dan ledakan masyarakat sekitar rumah di pemukiman padat tersebut langsung menghubungi UPTD Pemadam Kebakaran dan pihak PLN.

Joni Aldo kepada padangmedia.com mengatakan masyarakat harus waspada denganjaringan listrik rumah. Kalau perlu dilakukan pengecekan dengan menghubungi pihak PLN, hal ini penting dilakukan menghindari musibah kebakaran. (isril)
Read More..

Jumat, 14 Januari 2011

Wako Padangpanjang Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa

Jumat, 14/01/2011 07:00 WIB
padangmedia.com - PADANGPANJANG - Walikota Padangpanjang Suir Syam hari ini menyerahkan dana bantuan gempa 2009 bertempat di ruang VIP Balaikota. Dana dengan jumlah total Rp1.150.000.000 tersebut disalurkan kepada 110 Kepala Keluarga (KK) korban gempa bumi tahun 2009 lalu.

Bantuan gempa tersebut nantinya digunakan untuk rehab dan rekon rumah masyarakaat yang terkena dampak gempa tahun 2009 yang mengalami rusak berat dan sedang. Secara simbolis bantuan tersebut diserahkan Walikota Suir Syam kepada 6 kelompok masyarakat.

“Setelah diserahkannya dana bantuan gempa tersebut kelompok masyarakat menyalurkan bantuan dalam dua tahap. Tahap pertama, KK penerima hanya menerima separuh dari nilai bantuan dan tahap kedua akan dibayarkan setelah rehab rekon berjalan 30 persen,” ungkap Suir Syam menerangkan.

Suir Syam menambahkan, bagi rumah yang sudah selesai melakukan rehab rekon, dapat menerima bantuan 100 persen dengan melengkapi segala persyaratan administrasi yang dibutuhkan. Untuk itu diharapkan penyaluran bantuan tersebut hendaknya dapat berjalan dengan baik dan dipergunakan sebagaimana mestinya.

Dari data yang ada sekitar 100 unit rumah warga rusak akibat gempa. Untuk rusak sedang mendapat bantuan Rp10 juta, dan 10 rusak berat masing-masingnya mendapat bantuan sebesar Rp15 juta.(isril)
Read More..

Rabu, 05 Januari 2011

Lima Pendaki Anggota Sispala Ekuator Dirawat di RSUD Padangpanjang

Rabu, 05/01/2011 00:52 WIB
padangmedia.com - PADANGPANJANG - Lima anggota Sispala Equator SMA Pembangunan Bangsa Padang Puji (20), Osri Samson (27), Beny (19), Agung dan Imam, akhirnya berhasil dievakuasi tim SAR gabungan. Setelah menyusuri hutan rimba gunung Singgalang untuk melakukan pencarian terhadap kelima remaja tersebut, akhirnya tim SAR menemukan limapendaki yang saat itu sudah sangat kelelahan dan kehabisan logistik.

Saat ini kelima remaja pendaki gunung tersebut tengah mendapatkan perawatn dari pihak rumah sakit daerah (RSUD) Kota Padangpanjang. "Bagaiman dengan kondisi terakhir mereka belum bisa diketahui karena sedang dirawat oleh dokter jaga," ungkap Direktur RSUD Kota
Padangpanjang Drs. Nuryanuwar yang dihubungi padangmedia.com via ponselnya malam ini.

Sebelum di larikan ke RSUD Padangpanjang, kelima remaja pendaki gunung Singgalang tersebut juga di istirahatkan di salah satu rumah penduduk di Jorong Rawang Singgalang. Setelah beristirahat sejenak kelimanya kemudian dibawa ke jalan umum menjelang lubuk mata kucing. Disini sudah menanti ambulan yang akan membawa mereka ke RSUD Padangpanjang. Sedangkan dua diantara 5 pemuda tersebut diangkut dengan menggunakan tandu sejak dari titik mereka ditemukan hingga ke ambulan.

Menurut Ketua SAR Kota Padangpanjang Jhoni Aldo, korban berhasil ditemukan tim I yang berjumlah 30 orang sekitar pukul 11.00 WIB, mengetahui kondisi korban ditemukan, tim II yang beranggotakan 16 orang terdiri dari 2 anggota SAR Lubukalung, 1 dari masyarakat Singgalang dan 13 dari SAR Padangpanjang, langsung bergerak membawa logistik dan obat-obatan.

Seperti diberitakan padangmedia.com sebelumnya, kelima Siswa Pencinta Alam dari Sispala Ekuator Padang ini melakukan pendakian malam tahun baru, 31 Desember lalu. Mereka tak bisa kembali karena sangat kelelahan dan kehabisan logistik. Kemudianmereka mengirimkan SMS kepada senior mereka di Ekuator Padang dan langsung melaporkannya ke SAR Padang dan SAR Padangpanjang. Sayangnya kelima remaja ini sebelum melakukan pendakian tidak melapor ke Posko Pendakian setempat.

Ketua Basarda Padangpanjang, Jhoni Aldo, menyebutkan dengan berhasilnya proses evakuasi terhadap kelima pendaki dari Sispala Ekuator Padang tersebut, pencarian dipastikan selesai.(isril)
Read More..

DIKABARKAN DUA ORANG ALAMI PATAH TULANG

Malam ini 5 Anggota Sispala Akan Dievakuasi Tim SAR dari Gunung Singgalang

Selasa, 04/01/2011 19:13 WIB
padangmedia.com - PADANGPANJANG - Dipastikan lima orang siswa pencinta alam (Sispala) Ekuator SMA Pembangunan Bangsa Padang yang kehabisan bahan logistik dan mengalami kelelahan saat ini berhasil ditemukan dan diselamatkan oleh tim SAR Gabungan.

Hal itu diungkapkan Kapolres Kota Padangpanjang AKBP Rudi harianto saat di konfiirmasi sore ini. Dijelaskan Rudy Harianto, kelima siswa pencinta alam yang melakukan pendakian gunung Singgalang saat penyambutan tahun baru 2011 tersebut ditemukan tim SAR dalam kondisi sehat. Sedangkan dua orang diantaranya mengalami patah kaki.

Ditambahkannya kalau tidak aral melintang malam ini, kelima siswa pencinta alam dari Sispala Ekuator Padang tersebut akan di evakuasi melalui Rimbo Raweang Lubuk Mata Kucing Padangpanjang dan diperkirakan akan sampai di sekitar pukul 20:00 malam ini.

Hingga Saat ini, belum jelas nama kedua pendaki yang mengalami patah tersebut, karena tim SAR masih dalam perjalanan dari koordinat mereka ditemukan menuju Rimbo Rawean Lubuk Mata Kucing.(isril)
Read More..

Selasa, 04 Januari 2011

Lima Anggota Sispala Ekuator Masih Di Gunung Singgalang

Senin, 03/01/2011 17:57 WIB
padangmedia.com - PADANGPANJANG - Lima orang siswa pencinta alam (Sispala) Ekuator Padang, hingga saat ini masih berada di salah satu koordinat pinggang Gunung Singgalang. Kelima pelajar tersebut belum bisa turun karena kelelahan dan kehabisan bekal setelah melakukan penyambutan tahun baru di Gunung tersebut.

Pesan sms yang mereka kirimkan kepada senior mereka di Padang Minggu sore kemaren mengejutkan sekretariat Sispala Ekuator dan langsung mengirimkan bantuan bersama Basarnas untuk melakukan evakuasi terhadap kelima siswa pencinta alam tersebut.

Ketua Tim SAR Kota Padangpanjang Joni Aldo yang dikonfirmasi menyebutkan personilnya dari SAR Kota Padangpanjang juga turut membantu pencarian lokasi keberadaan para siswa tersebut.

Dijelaskan Joni Aldo, titik koordinat mereka sudah diketahui dan tim SAR saat ini sedang berusaha menuju ke lokasi yang mereka sebutkan. "Kita berharap mereka tidak beranjak dari lokasi itu agar tim SAR juga mudah menemukan mereka," jelas Joni Aldo.

Kelima pendaki gunung dari kalangan pelajar tersebut, melakukan pendakian sejak malam tahun baru lalu. Selain melakukan pendakian ke mgunung Singgalang mereka juga menyisir gunung Tandikat. Namun saat menyusuri gunung Tandikat tersebut mereka sudah sangat kelelahan dan kehabisan bekal. Karena tidak bisa melanjutkan perjalanan lagi, salah satu dari mereka mengabari kondisi itu kepada senior mereka di Padang melalui sms. (isril)
Read More..
Berita Lainnya
Widget By:[arsip berita,artikel dan foto]
Semua Arsip Tahun 2011
  • Januari
  • Februari
  • Maret
  • April
  • Mai
  • Juni
  • Juli
  • Agustus
  • September
  • Oktober
  • November
  • Desember
  •